Pada dalam esai ini, saya akan membahas

Pada abad ke-21 ini,
pengguna internet meningkat lebih cepat. Dari survei pada tahun 2013, ada
12.479.999 pengguna internet di empat puluh dua kota di Indonesia. 1
Jumlah ini meningkat pada 2016 dengan menyentuh angka 132.706.111 jiwa.2 Berdasarkan statistika
Kominfo tahun 2016 mayoritas pengguna internet
di Indonesia didominasi oleh pelajar atau mahasiswa dengan jumlah 48,40%.3
Angka penggunaan internet ini akan semakin bertambah, bahkan lembaga riset pasar e-Marketer memperkirakan sebanyak 3,6 miliar manusia di bumi pada tahun 2018 akan mengakses internet. 4

Penggunaan internet yang
semakin pesat ini berdampak pada budaya masyarakat dalam menggunakan
transportasi. Masyarakat lebih memilih transportasi online daripada menggunakan
transportasi konvensional. Hal inilah yang 
menjadi polemik dalam dasawarsa ini. Masyarakat memiliki alasan
tersendiri, mengapa mereka lebih memilih menggunakan tansportasi online ini?.
Apa keuntungan dari penggunaan transportasi berbasis kovensional?. Oleh karena
itu dalam esai ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai keuntungan dan
kerugian dalam menggunakan transportasi online sehingga diharapkan agar
pengguna transportasi lebih bijak lagi dalam mempertimbangkan penggunaan
tranportasi, baik online maupun konvensional.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Transportasi adalah alat
untuk memindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya.
Transportasi menurut cara mendapatkannya terbagi menjadi dua yaitu transportasi
konvensional dan transportasi online. Transportasi konvensional adalah bentuk
transportasi yang bisa didapatkan langsung,

sedangkan transportasi
online adalah jenis transportasi yang menggunakan platform online untuk
menghubungkan pengemudi dan penumpangnya.5

Maraknya penggunaan ojek
dan taksi sebagai bagian dari transportasi online mengundang pro dan kontra di
lapisan masyarakat. Masyarakat yang pro bisanya mendapat keuntungan dan manfaat
yang lebih dari kehadiran transportasi online ini. Keuntungan bagi penumpang
dapat dilihat dari sektor ekonomi. Transportasi berbasis online menawarkan
harga yang lebih murah dibandingkan dengan transportasi konvensional. Sebagai contoh Uber-Taxi mematok harga
Rp. 2.850 per kilometer sedangkan Blue Bird mematok harga lebih tinggi yaitu  Rp.
3.600 per kilometer.6

Alasan kedua adalah
ketersediaanya pilihan dan informasi bagi penumpang. Penumpang bisa melihat
harga yang ditawarkan, informasi mengenai pengemudi, dan alternatif pembayaran.
Alasan ketiga adalah keamanan. Masyarakat lebih merasa aman naik transportasi online
karena setiap pengemudi tercatat dalam perusahaan, pergerakannya dapat dilihat
oleh sistem, dan bahkan kita bisa menilai serta melaporkan apabila kita merasa
dirugikan. Tidak hanya itu apabila barang kita tertinggal dalam kendaraan
pengemudi, kita bisa menelpon layanan penyedia aplikasi dan mereka akan
menghubungkan kita kepada pengemudi sehingga barang kita dapat kembali. Alasan
keempat adalah ketersediaan alat pelindung bagi penumpang baik masker hidung
maupun jas hujan.

Alasan kelima adalah
terbukanya lapangan pekerjaan baik sebagai mata pencahariaan utama ataupun
hanya sebagai part-time. Dari segi pengemudi, adanya keuntungan
berlipat melalui bonus-bonus. Sedangkan untuk pemerintah sendiri, transportasi
online menjadi jawaban atas pengangguran dan meningkatkan perekonomian. Akan
tetapi keberadaan transportasi online ini juga membawa kerugian. Masyarakat
banyak beralih ke transportasi online sehingga pendapatan ojek konvensional
menurun. Kerugian ini membawa masalah yang lebih jauh lagi kepada pengusaha
transportasi. Perusahaan mereka banyak yang gulung tikar karena tidak mampu
bersaing. Kisruh pun banyak terjadi antara pengemudi transportasi online dan
konvensional. Sebagai contoh permasalahan yang terjadi di Semarang pada tanggal
29 September 2017 karena rebutan penumpang.7

 Hal ini akan terus
berlanjut dikarenakan tidak adanya payung hukum mengenai pajak untuk
transportasi online, dan izin perusahaannya. Peraturan mengenai ojek online
hanya ada di dalam Peraturan Menteri
Nomor 26 Tahun 2017, yang mengatur tarif
atas dan bawah sedangkan peraturan mengenai perizinan ojek
online
sebagai transportasi umum
belum juga diatur.8 Adanya transportasi online juga membuat kemacetan semakin parah. Hal ini
dikarenakan masyarakat lebih memilih naik transportasi online daripada naik
kendaraan umum.

Jadi kesimpulannya,
transportasi online memang membawa banyak keuntungan. Namun kehadirannya masih
akan menjadi masalah sampai adanya payung hukum yang tegas dan ditegakkan di
Indonesia. Kesadaran berbenah diri pun harus ada dan diterapkan oleh seluruh pengemudi
transportasi konvensional. Zaman akan terus berubah, oleh karena itu
diperlukannya inovasi. Sedangkan untuk penumpang, pertimbangkan lagi penggunaan
transportasi online ini. Apabila dimungkinkan untuk menggunakan transportasi
konvensional atau umum maka lebih baik menggunakannya karena selain murah kita
juga bisa mengurangi kemacetan dan polusi lingkungan.

x

Hi!
I'm Owen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out