Dasar penelitian tesis dan jurnal dari internet. NO TAHUN

Dasar berupa teori berbagai penelitian
sebelumnya merupakan hal yang perlu digunakan sebagai data pendukung.Salah satu
data pendukung yang perlu dijadikan bagian tersendiri adalah penelitian
terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas dalam penelitian
ini.Makapenelitian terdahulu yang menjadi dasar penelitian ini menyangkut
evaluasi pengendalian internal yang menggunakan konsep Committee of
Sponsoring Organization of the Tradeway Commission (COSO).Dalam hal ini
peneliti melakukan langkah kajian terhadap beberapa penelitian tesis dan jurnal
dari internet.

NO

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

TAHUN

PENELITI

JUDUL
PENELITIAN

METODE
ANALISA

HASIL
PENELITIAN

1

2015

Daniel A. Salifou
 

Analysis Of The Effectiveness Of Coso’s Erm Model
On Organization Strategy, Competitive
Advantage, And Value

Penelitian menggunakan metode analisis
kualitatif eksploratif untuk efektivitas COSO ERM dari sebuah perspektif
organisasi

ERM berkontribusi
terhadap batas tertentu untuk strategi organisasi,
dan nilai tidak dapat
dicapai dengan mengandalkan COSO ERM, yang memiliki
focus pada kontrol eksternal yang lebih sedikit.

2

2016

Dyna Lusi
Susanti

Evaluasi Sistem Pengendalian Internal
Menggunakan Pendekatan Coso (Studi Kasus Koperasi Warga Patra V)

Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi
kasus tunggal
yang menggunakan 17 prinsip dan 5 komponen pengendalian
COSO sebagai
alat analisa.

Koperasi Gatra
V telah membuat banyak kemajuan pasca dilaksanakannya
rekomendasi
Audit tahun 2014. Namun demikian beberapa prinsip
pengendalian
COSO yang belum terpenuhi dalam sistem pengendalian
internal
Koperasi Gatra V yang teridentifikasi dalam penelitian

3

2011

Junhai Ma 

Factor
Analysis Based On The COSO Framework And The
Goverment Audit
Performance Of Control Theory

Metode
Kuantitatif dengan staff akuntansi dan audit sebagai variabel pusat untuk
perbaikan tugas masa depan.

Kinerja audit harian yang bekerja di
pemerintahan memiliki peran yang penting dan dapat secara efektif memperbaiki
kapasitas pengelolaan unit yang di audit untuk menumbuhkan manfaat social dan
ekonomi.

4

2017

Bradley P. Lawson

A survey on
firms’ implementation of COSO’s 2013 Internal
Control–Integrated
Framework

Metode
Kuantitatif menggunakan survei

hasil menunjukkan
bahwa implementasi yang diharapkan dapat meningkatkan upaya
audit secara keseluruhan , namun yang tidak diharapkan adalah
peningkatan
biaya audit

5

2016

Khalid Al-Amri

Testing the
effectiveness of ERM: Evidence from operational losses

Metode
Kuantitatif

ERM terbukti
efektif dalam mengurangi tingkat risiko
operasional. 

6

2014

Christie Hayne

Hybridized
professional groups and institutional work: COSO
and the rise
of enterprise risk management

Metode
Kualitatif menggunakan wawancara semi terstruktur

Kemunculan COSO ini
ERM memiliki dampak besar dalam 
manajemen risiko di seluruh
Dunia,ERM semakin
mendefinisikan bahasa pemegang kekuasaan dan tanggung jawab manajemen.

7

2014

Sara A. Lundqvist
 

An Exploratory
Study of
Enterprise
Risk
Management:
Pillars of ERM

Metode Kualitatif
dengan studi eksploratif
ERM bertujuan untuk
menentukan komponen integral ERM berdasarkan pada bagaimana perusahaan
menerapkan dimensi ERM

Pentingnya penggunaan
tentang ERM dan pelaksanaannya, tidak
hanya pada tingkat kerangka tetapi juga pada
tingkat individu, bahkan bagi mereka ahli juga dipertimbangkan

 

Dibandingkan
dengan penelitian terdahulu, penelitian ini memiliki kesamaan berupa mengukur
tingkat efektivitas dengan menggunakan prinsip COSO, bedanya dalam penelitian
mengukur keberhasilan strategi dan keunggulan kompetitif pada sebuah
perusahaan.Peneliti melakukan validasi hasil penelitian dengan melakukan wawancara
kepada kelompok terkait yang relevan.

2.2 Tinjauan Teoritis

PT. Royal Arch Indonesia adalah perusahaan yang
bergerak dalam bidang jasa dan manufaktur 
sehingga serangkaian aktivitas bisnis dari strategi yang di buat
perusahaan menentukan keberhasilan usaha dan keuntungan bagi pemegang
kekuasaan.

2.2.1 Pengertian Corporate governance

Kata “governance” berasal dari
bahasa Prancis “gubernance” yang berarti pengendalian.
Selanjutnya kata tersebut dipergunakan dalam konteks kegiatan perusahaan atau
jenis organisasi yang lain, menjadi corporate governance (Sutojo, 1:
2008).

Definisi corporate governance menurut
The Organization for
Economicand Development (OECD)Corporate governance adalah “sistem yang
dipergunakan untuk mengarahkan dan mengendalikan kegiatan bisnis perusahaan.Corporate
governance mengatur pembagian tugas, hak dan kewajiban mereka yang
berkepentingan terhadap kehidupan perusahaan, termasuk para pemegang saham,
dewan pengurus, para manajer, dan semua anggota para pemegang saham dan
non-pemegang saham.Corporate governance juga mengetengahkan ketentuan
dan prosedur yang harus diperhatikan Dewan Pengurus-Board of Directors dan
Direksi dalam pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan kehidupan
perusahaan” (Sutojo, 2008: 2).

Organization Economic Cooperation and
Development (OECD) berpendapat bahwa corporate governance adalah struktur
hubungan serta kaitannya dengan tanggung jawab di antara pihak-pihak terkait
yang terdiri dari pemegang saham, anggota dewan direksi dan komisaris termasuk
manajer, yang dirancang untuk mendorong terciptanya suatu kinerja yang
kompetitif yang diperlukan dalam mencapai tujuan utama perusahaan.

Cadbury Committee dari Inggris seperti
yang dikutip oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI, 2001)
mendefinisikan corporate governance sebagai seperangkat aturan yang merumuskan
hubungan antara para pemegang saham, manajer, kreditor, pemerintah, karyawan,
dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya baik internal maupun eksternal
sehubungan dengan hak-hak dan tanggung jawab mereka, atau sistem yang
mengarahkan dan mengendalikan perusahaan .Sedangkan menurut The Indonesian
Institute for Corporate Governance (IICG), Corporate governance adalah proses
dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan, dengan tujuan utama
untuk meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap
memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya.

Sementara itu.Definisi corporate
governance menurut Australian Stock Excange
(ASX)Corporate governance adalah “sistem yang dipergunakan untuk mengarahkan
dan mengelola kegiatan perusahaan.Sistem tersebut mempunyai pengaruh besar
dalam menentukan sasaran usaha maupun dalam upaya mencapai upaya tersebut.Corporate
governance juga mempunyai pengaruh dalam upaya mencapai kinerja bisnis
yang optimal serta dalam analisis dan pengendalian risiko bisnis yang dihadapi
perusahaan” (Sutojo, 2008: 3) .

Dari definisi diatas maka corporate
governancemendefinisikan peran,tanggung jawab, akuntabilitas, hubungan
pelaporan, dan kinerja perusahaan serta menekankan proses olehorganisasi untuk
mengelola dan mengendalikan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan
sasaran.Corporate governance juga memiliki
keterkaitan yang sangat erat dengan system pengendalian perusahaan guna
penentuan tanggung jawab tiap personil bisnis terkait, mengatasi risiko bisnis
dan pencapaian tujuan perusahaan.Maka COSO ERM dapat digunakan sebagai
responuntuk meningkatkan  pengendalian
perusahaan dyang lebih efektif.

2.2.2 Manajemen Risiko

            Manajemen risiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisa
serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk
memperoleh efektifitas dan efisiensi usaha yang lebih maksimal.(Nawatri, 2015)Manajemen risiko merupakan kegiatan yang mengarahkan perusahaan
untuk mengelola risiko sedini mungkin sehingga perusahaan dapat mengambil
keputusan untuk meminimalisir kerugian.

Manajemen
risiko merupakan salah satu bagian dari strategi manajemen perusahaan,maka
mulai dari strategi yang diterapkan dapat diprediksi risiko yang akan muncul
untuk usaha yang dijalankan.Karena manajemen risiko yang baik seharusnya dapat
mengidentifikasi dan mengetahui cara mengatasi risiko.

 

2.2.3 Definisi Pengendalian Internal

Pengertian
pengendalian internal adalah sebagai berikut : Pengertian pengendalian internal
menurut COSO (2013) adalah : “Internal control is a process, effected by an
entity’s board of directors,management, and other personnel, designed to
provide reasonable assuranceregarding the achievement of objectives relating to
operations, reporting, and
compliance.” Dengan kata lain pengendalian internal adalah proses, yang
dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen dan personel lain dalam perusahaan,
yang dirancang untuk memberikan jaminan yang memadai atas pencapaian tujuan
operasi, pelaporan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Pengertian pengendalian intern dalam
buku “Accounting” yang diterjemahkan oleh Aria Farahmita dkk,  adalah:”Pengendalian internal (internal
control) adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva perusahaan dari
kesalahan penggunaan, memastikan bahwa informasi usaha yang disajikan akurat
dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan telah diikuti.” (Warren Reeve Fess,
2005:235)

.
2.2.4 Tujuan Pengendalian Internal

Seperti  yang telah disebutkan oleh
definisi-definisi pengendalian intern diatas, tujuan pengendalian internal
adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan
tujuan.

Berdasarkan buku “Auditing”,
tiga tujuan pengendalian internal  adalah:”(1) keandalan informasi keuangan, (2)  kepatuhan terhadap
hukum dan peraturan yang berlaku, (3) efektivitas dan efisiensi operasi.”
(Mulyadi, 2002:180)

 

 

2.2.5 Komponen Sistem Pengendalian
Internal

Dalam
sistem pengendalian internal yang efektif menurut COSO (2013) maka harus
memenuhi lima komponen utama pengendalian internal sebagai berikut :

Tabel 2.1. Komponen Pengendalian Internal

Lingkungan
Pengendalian
(Control
Environment)

Adalah
seperangkat standar, proses, dan struktur yang menjadi dasar pengendalian
internal di seluruh organisasi. Direksi dan manajemen menetapkan kebijakan
yang jelas terkait pentingnya pengendalian internal dan perilaku standar yang
diharapkan. Lingkungan pengendalian adalah cermin sikap dan tindakan pemilik
& manajemen, sehingga menjadi fondasi dari semua komponen pengendalian
internal lainnya. Atmosfer yang tercipta dari lingkungan pengendalian sangat
mempengaruhi efektivitas komponen pengendalian internal secara keseluruhan.

Penilaian Risiko
(Risk Assessment)

Adalah
proses yang dinamis dan berulang untuk mengidentifikasi dan menganalisis
risiko dalam mencapai tujuan entitas serta menentukan bagaimana risiko harus
dikelola. Dalam konteks ini, tidak terbatas risiko laporan keuangan yang
tidak handal, melainkan juga mempertimbangkan kemungkinan perubahan dalam
lingkungan eksternal dan internal

Aktivitas
Pengendalian
(Control
Activities)

adalah
tindakan yang diatur oleh kebijakan dan prosedur untuk membantu memastikan
bahwa arahan organisasi untuk mengurangi risiko yang mempengaruhi pencapaian
tujuan telah dilaksanakan. Kegiatan pengendalian dilakukan di semua tingkat
dan di berbagai tahap dalam proses bisnis dan pelaporan keuangan

Informasi dan
Komunikasi
(Information and
Communication)

Informasi
diperlukan untuk melaksanakan tanggung jawab pengendalian internal dalam
mendukung pencapaian tujuan pelaporan keuangan. Komunikasi adalah kegiatan terusmenerus
dan proses berulang untuk menyediakan, berbagi dan memperoleh informasi yang
diperlukan untuk merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pengendalian
internal, dan untuk menilai efektivitas.

Pemantauan
(Monitoring)

Merupakan
kegiatan untuk memastikan apakah masing-masing dari lima komponen
pengendalian internal ada dan berfungsi. Setiap ditemukan adanya kekurangan
harus dievaluasi dan dikomunikasikan secara tepat waktu kepada direksi.

Sumber
: The 2013 COSO Framework & SOX Compliance,
McNally, 2013.

Kelima
komponen tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, dilaksanakan di
seluruh aktivitas dan level dalam organisasi, mulai dari yang terkecil hingga
tingkat entitas. Hubungan 5 komponen pengendalian COSO dengan aktivitas
organisasi dan level dalam organisasi diilustrasikan dalam Gambar 2.1

Sumber : The 2013 COSO Framework & SOX Compliance,
McNally, 2013.

 

Dalam
Framework 2013, COSO memperjelas kelima komponen tersebut dalam 17
prinsip yang digunakan sebagai syarat terciptanya pengendalian internal yang efektif
dalam sebuah perusahaan.. Tujuh belas prinsip tersebut dijabarkan dalam Tabel
2.2

 

Komponen

Prinsip

Lingkungan Pengendalian

1.     
Komitmen terhadap
integritas dan nilai-nilai etis

2.     
Independensi direksi
terhadap manajemen dalam menjalankan tugas

3.     
Membuat struktur, garis
pelaporan, otorisasi dan pertanggungjawaban

4.     
Komitmen pada kompetensi

5.     
Mengembangkan
akuntabilitas

Penilaian Risiko

6.     
Menetapkan tujuan dengan jelas

7.     
Identifikasi dan analisa
risiko yang mempengaruhi pencapaian tujuan

8.     
Menilai potensi risiko
fraud

9.     
Mengidentifikasi dan
menganalisa perubahan yang signifikan

Aktivitas Pengendalian

10.  Menetapkan dan mengembangkan aktivitas pengendalian

11.  Menetapkan dan mengembangkan aktivitas pengendalian umum atas
teknologi.

12.  Menerapkan pengendalian melalui kebijakan dan prosedur

Informasi dan Komunikasi

13.  Memperoleh, menghasilkan dan menggunakan informasi
berkualitas dan relevan

14.  Mengkomunikasikan secara internal

15.  Mengkomunikasikan secara eksternal

Pemantauan

16.  Melaksanakan evaluasi berkala dan berkesinambungan

17.  Mengevaluasi dan mengkomunikasikan kelemahan defisiensi

Sumber : The 2013 COSO
Framework & SOX Compliance, McNally, 2013.

.
2.2.6Keterbatasan Dalam Pengendalian
Internal

Ada
beberapa aspek yang saling berkaitan dan mempengaruhi keberhasilan pengendalian
internal, seberapapun baiknya sistem pengendalian internal, pasti ada
kemungkinan jika sistem pengendalian yang digunakan tidak berjalan sesuai harapan
akibat beberapa keterbatasan yang melekat pada sistem tersebut. COSO (2013)
mengemukakan beberapa batasan pengendalian internal sebagai berikut : “The
Frameworks recognizes that while internal control provides reasonableassurance
of achieving the entity’s objectives, limitations do exist. Internalcontrol
cannot prevent bad judgement or decisions, or external events that cancause
organization to fail to achieve its operational goal.” Dari definisi
tersebut maka COSO membatasi jika pengendalian internal tidak dapat melindungi
perusahaan dari keputusan yang buruk dan  dariperubahan lingkungan eksternal.

Jadi
dengan keterbatasan dari pengendalian internal maka pengendalian internal hanya
dapat memberikan keyakinan sampai tingkat tertentu dan resiko yang telah
diprediksi  telah dikurangi sampai ke
level minimal yang ditoleransi oleh perusahaan.

x

Hi!
I'm Owen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out